Gimana Nyiapin Nikah Tanpa Pacaran?

by - 7/18/2018

Akhirnya baru mau post ini setelah menikah 9 bulan lamanya, hihi. Sedari awal menikah, aku memang sudah memikirkan ingin mengabadikan detail-detail pernikahan yang ingin aku abadikan, untuk sebuah tanda, bahwa di pernikahan ini, aku berusaha sepenuh hatiku, untuk menjalani prosesnya. Namun ternyata abis nikah aku agak sibuk ya? Hahahaha. Sibuk belajar menjadi istri yang baik, sehingga baru deh terlaksana sekarang. Huhu, maapkeun ๐Ÿ˜Š

Sebagai intro, pernikahan kami bukanlah pernikahan yang sensasional, bukan pula pernikahan yang segalanya ada, termasuk budgetnya, hihi. Karena yang kami inginkan saat itu adalah nikah. Udah. Ngga pingin yang lain-lain. 

Karena kami tidak punya waktu dan tidak diperbolehkan untuk berdua-duaan lama-lama karena takut terjadi fitnah, akhirnya kami memutuskan untuk membuat sebuah timeline project pernikahan, hihihi. Iya, benar-benar pernikahan kami ini dianggap sebagai project, yang memiliki timeline yang stick dengan due datenya. 

Setelah memutuskan untuk menikah, kami mempunyai 7 bulan kotor untuk mengurus semuanya, sepertinya waktu yang sangat cukup ya? Untungnya, sedari awal kami sudah punya gambaran untuk menikah di kampung halaman, sehingga kami tidak perlu bingung mencari tempat. Karena kabarnya, di ibukota ini, jadwal gedung pernikahan sangat penuh, bahkan harus dipesan satu tahun sebelumnya. Wow!

Dalam 7 bulan itu, ternyata bukanlah 7 bulan yang mulus-mulus aja, tapi insya Allah menyenangkan. Mempersiapkan pernikahan adalah sebuah proses yang pusing-pusing bahagia. Hahaha. Beneran, bagi teman-teman yang sedang mempersiapkan, aku ucapkan selamat karena telah mengusahakan proses yang baik :)

Well, kita mulai aja ya dari awal ๐Ÿ’ช

Sedari awal setelah khitbah, kami (aku dan suami) akhirnya berkomunikasi langsung. Sebelumnya kami memohon izin kepada orang yang mendampingi kami (yang mempertemukan kami, yaitu Kak Isjhar dan Mba Aul) untuk memulai komunikasi langsung, karena untuk urusan ini, sepertinya kami tidak mampu untuk membahasnya di grup. Iya, jadi sebelumnya kami punya grup line yang isinya aku, suamiku, Kak Isjhar, dan Mba Aul. Kebayang kan gimana kalau harus membahas persiapan pernikahan tapi bisa dilihat semuanya? Hahaha agak kurang gimana gitu ya. Alhamdulillah, Mba Aul dan suaminya mengizinkan, dengan catatan, komunikasi yang kami lakukan adalah komunikasi yang dibutuhkan untuk mengurus pernikahan. ๐Ÿ˜Š

Pertama, akhirnya kami membuat sebuah google drive, sebagai tempat database bersama. Isinya ada timeline project, contoh/desain undangan, souvenir, dan lain sebagainya. Yang pertama kami buat adalah sebuah timeline Kurang lebih seperti ini:

Nah, setelah aku selesai bikin dokumennya, kami akhirnya melakukan miting kecil pakai skype untuk membahas timeline, apakah sudah sesuai atau belum, atau ada hal-hal yang dapat kami sesuaikan lagi. Ukuran timeline bisa teman-teman sesuaikan dengan waktu yang dimiliki ya, untuk keperluan pun bisa tidak semuanya sama, tapi kurang lebih bayangannya kaya gitu.

Setiap minggu kami punya target dari timeline yang harus dicapai, ada banyak yang kami bicarakan juga via media chatting untuk sekedar membahas persiapan pernikahan.

Pada gambar di atas, ada beberapa sheets yang berbeda fungsinya, yaitu:
1. Timeline
Sheet ini berisi timeline seperti yang udah aku jelaskan diatas ya.
2. Walimah
Di sheet ini isinya, keperluan apa saja yang kami butuhkan dalam acara walimah, seperti catering, tenda, dan lain sebagainya.
3. Seserahan
Ini berisi list seserahan yang akan aku beli. Karena suami saat itu minta untuk dibuatkan list barang apa saja yang akan aku beli beserta perkiraan harganya, akhirnya aku buatkan listnya sesuai yang aku mau, dengan aku sesuaikan dengan budget yang suami kasih ๐Ÿ˜‚
4. Mahar
Isinya, tentang mahar apa yang aku minta padanya dan kisaran harganya, biar suami siap-siap ๐Ÿ˜‹
Sebaik-baik perempuan adalah yang mudah maharnya. Mudah loh yah, bukan murah. Kalau misal mobil ferrari sebagai mahar itu dianggap mudah sama calon suamimu, yo ndak papa, sah-sah saja ๐Ÿ˜
5. Undangan
Di halaman ini, kami mendata teman-teman yang akan kami undang beserta jenis undangannya. Karena kami menggunakan 2 jenis undangan, yaitu hardcopy dan softcopy (untuk teman-teman yang tidak bisa kami temui langsung), jadi kami mendata supaya kami tau perkiraan cetak yang hardcopynya berapa, biar ngga mubadzir. Karena inti dari acara kami adalah kebermanfaatan, hihi. Kalau bisa seefisien mungkin ๐Ÿ˜ŽUntuk detail undangan akan aku share di postingan terpisah ya.
6. Rundown
Di dalam halaman ini, suamiku yang membuat rundown acaranya, dari pertama akad sampai selesai, untuk nantinya kami komunikasikan dengan orangtua. Karena acara kami memang bukan hanya acara kami berdua hehehe.
7. Lain-lain
Lain-lain ini bisa diisi dengan yang lain-lain yang perlu dituliskan.


Untuk lebih detailnya, bagi teman-teman yang membutuhkan file excelnya bisa diliat disini.

Selamat mempersiapkan hari yang insya Allah akan tiba :)

You May Also Like

0 comments