Belajar Jadi Muslimah [part 1] : Membenahi Jilbab

by - 12/27/2013

Muslimah itu siapa sih? Ciri-cirinya seperti apa? Kenapa harus jadi muslimah? Beribu pertanyaan mungkin bisa datang di benakmu. Kenapa, kenapa, dan kenapa. Muslimah adalah wanita muslim. Setiap wanita muslim adalah muslimah. Namun muslimah terbagi menjadi dua, muslimah yang taat, dan muslimah yang belum mendapatkan hidayahnya. Hidayah? hidayah itu sendiri adalah sesuatu yang membuatnya begitu mencintai muslimah itu sendiri. Hidayah itu datang dari Allah, namun seperti firman-Nya bahwa Ia tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum kaum itu mengubah keadaan mereka sendiri. Hidayah itu diusahakan, bukan untuk ditunggu. Sekali lagi diusahakan, dicari.

Ketika aku melihat sosok muslimah di masjid kampus, satu yang terbersit dalam benakku, siapa orang tuanya, seperti apa ibunya yang luar biasa sehingga bisa mempunyai putri seorang calon bidadari surga. Engkau mungkin salah satu perempuan yang membuat aku selalu merasa cemburu. Karena kesholehanmu, karena ketaatanmu pada Rabb-mu, karena keistiqomahanmu menjaga izzah dan iffahmu. :') Subhanallah, kapan aku bisa ya... kapan... 

Seorang muslimah yang sudah taat itu bisa dilihat dari beberapa hal, pertama jilbabnya. Apakah ia sudah mengenakan jilbabnya? Apakah ia sudah menutup auratnya? Kedua, pakaiannya, apakah ia masih menggunakan pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya? Atau ia sudah berusaha untuk menutupnya secara sempurna? Mungkin benar, kalau keimanan seseorang bisa dilihat dari apa yang ia pakai, seperti apa ia terlihat, meski tidak semuanya bisa dilihat dari mata telanjang. Ketiga Akhlaknya, jika kau ingin melihat akhlak seseorang, lihatlah sahabat-sahabatnya. Sahabat-sahabat yang baik akan mendukung ia untuk berbuat baik. Mana ada sahabat imam masjid nyuruh kita melakukan hal buruk kan?

Pertama, jilbabnya..

Artinya : Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak- anak perempuanmu dan istri - istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Nah, udah tau kan kalo pake jilbab itu hukumnya wajib tanpa terkecuali. Jilbab adalah pakaian khusus wanita muslim yang dikenakan untuk menutup (bukan membalut) aurat. Khususnya bagian kepala(kecuali wajah). Kainnya menutupi rambut, telinga, leher, dan kain tersebut menjuntai hingga menutupi dada dan perut.

Banyak hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Hadis-hadis tersebut kiranya cukup mengingatkan kita untuk selalu bermuhasabah diri. Apakah segala kewajiban sebagai muslimah kira telah terpenuhi?

Faktanya sampai sekarang masih banyak ditemui wanita muslim yang enggan berjilbab. Padahal mungkin mereka sudah mengerti hukum berjilbab dalam Islam. Ada yang malas, belum siap, kurang nyaman, atau ada juga yang takut rambutnya yang indah itu ditutupi. 


Aku sendiri baru mengenal jilbab saat kuliah(Oh men its damn too late). Tapi aku percaya Allah selalu memiki jalan cinta-Nya. Tugas kita adalah berkhusnudzon pada setiap takdir-Nya. Jilbab sendiri terdiri dari beberapa jenis, ada jilbab modis, jilbab syari, dan jilbab sempurna. Tinggal ada di posisi manakah kita?




Muslimah ialah bukan orang yang senantiasa sudah baik, namun orang yang senantiasa memperbaiki dirinya. Itu yang membedakannya dari orang biasa. Semangat memperbaiki dirinya. 

Bagaimana jilbab yang benar itu?
Al-Qur’an surah An-Nur ayat 31, “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya….”

Sudah sangat jelas kan? Jilbab yang baik itu adalah yang menutup dada. Subhanallah, begitu Allah ingin melindungi kita. Beginilah mungkin contoh jilbab yang benar itu.


Jilbabnya lebar, terulur dan enak dipandang. Semakin paham seorang muslimah, maka akan semakin terulur jilbabnya.-Ustadz Felix Siauw 

Berikutnya adalah masalah bahan. Jilbab yang baik adalah jilbab yang tidak transparan. Meskipun di Indonesia umumnya jilbab anak muda kebanyakan berbahan dasar paris, dengan alasan tipis sehingga ringan di kepala dan simpel, juga nyaman dipakai karena banyak lubang udaranya(macam gedung). Namun tahukah engkau bahwasannya jilbab yang baik itu adalah yang tebal lagi lebar. Panas? Jilbab yang tidak transparan itu bukan apa-apa, melainkan ia ingin melindungi mahkotamu, melindungi aurat yang harus kau jaga itu. Sungguh, wanita yang memakai jilbab tidak transparan lebih anggun dilihat daripada wanita yang pakai jilbab transparan apalagi pendek. Percayalah, tak akan mengurangi kecantikanmu. 

Lagi-lagi punuk unta, hijab yang terlihat seperti sarang lebah ada di kepala itu masih jadi tren fesyen terupdate di Indonesia. Mulai dari rambut asli, cepol, sampai jepit rambut dari bulu di pasang di rambut. Untuk bahasan soal ini coba tengok postingan "Terlambatkah Aku mencintaiMu" dulu deh, disitu disinggung masalah punuk unta gimana hukumnya mangga dicek :) 

Apalah jadinya, niat kita sudah baik, sudah memakai jilbab namun harus terciprat dosa yang tidak sengaja kita buat. Rambut yang masih terulur, atau leher yang kadang masih terlihat oleh orang lain karena tipisnya jilbab. Apalagi jika sampai tidak mencium aroma surga hanya karena punuk unta. Ditambah lagi maraknya mode jilbab yang harus memangkas jilbab yang seharusnya menutup dada itu. Terlalu banyak mode yang menyesatkan. Sudah pernah baca ini? Ini adalah curahan hati salah satu umat katolik terhadap kita, muslimah. Betapa ia peduli dan tidak nyaman dengan beredarnya mode jilbab masa kini. Silahkan diresapi. Postingan di blog aslinya udah dihapus karena udah banyak menjadi sorotan blogger dan di media sosial, untungnya ada yang posting di kaskus haha. Bahasannya bisa disimak disini. 

Masih mengeluh pakai jilbab panas? Wahai ladies, sesungguhnya panasan di dunia atau diakhirat? Apa kau mau nyaman di dunia tapi kau akan merasakan panasnya api neraka? Coba renungkan!


Sahabat Ali suatu ketika melihat Rasulullah menangis saat datang bersama Fatimah. Lalu dia bertanya mengapa Rasulullah menangis. Beliau menjawab, "pada malam aku di isro-kan aku melihat kaum wanita di neraka. Aku melihat wanita yang digantung rambutnya." 
Kemudian Fatimah Az-zahra menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya."

Oh men, tes..tes..tes.. Naudzubillahimindzaalik.

Ditambah dengan wanita yang tidak berjilbab akan digantung di neraka dengan rambutnya. Na'udzubillah... Mending kalau wanita tersebut sendiri yang menanggung dosanya sendiri selama di dunia, tahu kan kalau seorang wanita yang masuk neraka ia akan menyeret 7 laki-laki dalam hidupnya? Kita ambil contoh dosa seorang perempuan jika ia belum berjilbab bahkan setelah menikah ialah ditanggung suaminya. Dan dose perempuan dari baligh sampai menikah ialah ditanggung oleh ayahandanya. Coba renungkan, apakah engkau mau menyeret ayahmu ke neraka? 

"Sehelai rambut perempuan yang dilihat oleh bukan mahramnya..akan menyebabkan dia berada dalam neraka selama 70 tahun....1 hari di akhirat bersamaan 1000 tahun dunia.Jadi (jumlah helai rambut X 70 X 1000 tahun = .......tahun di neraka??"

Innalillah... Saat aku tau tentang ini aku membayangkan 19 tahunku ke belakang berapa dosa yang ayahku tanggung atasku, ampunilah beliau duhai Robbi...


Untuk itu shalihat, yakinlah bahwa hijab itu adalah perintah Allah, tak usah takut tak cantik di mata manusia. Tak modis di mata manusia dengan model-model jilbab terbaru. Percayalah engkau adalah calon bidadari surga. 




Berhijab bukanlah sebuah pilihan, namun sebuah keharusan kaum muslimah yang sudah baligh. Apabila tidak melaksanakan kewajiban maka kita akan menerima punishment. Begitu pula dengan hijab. Niatkan...Niatkan hanya karena Allah, nama yang menggetarkan hatimu. 


Silahkan baca ini, enak untuk dibaca :) silahkan download.

Marilah hijrah menuju ridho-Nya. :) Yakinlah kita adalah orang-orang pilihan-Nya untuk mendapat kasihnya sedalam ini, seperhatian ini. Tidak ada yang lebih mencintai kita dibanding Ia, yang maha menciptakan. Semoga kita selalu jadi pribadi yang lebih baik. Semoga. Saling mengingatkan ya ^_^. Terlebih aku lebih berdosa jika menulis tapi tidak mempraktekannya, karena Allah membenci manusia yang mengajarkan namun tidak mengamalkannya. Untuk itu ingatkan aku jika aku salah ya :') Semangat ya para bidadari surga-Nya :')

You May Also Like

7 comments

  1. MashaAllah 😭, we never late to hijrah, keep istiqomah ukhty 😊

    ReplyDelete
  2. terimakasih ukhty, sudah mengingatkan

    ReplyDelete
  3. Subhanallah, terimakasih sudah memberitahu saya dengan cara berhijab yang benar :)

    ReplyDelete
  4. Subhanallah, terimakasih sudah memberi tahu saya..
    Akan hal yang menyangkut tentang wanita muslimah.. :)

    ReplyDelete
  5. maaf.. dalil tentang 1 helai rambut 70.000 neraka ada x?
    sila serta kan dalil

    ReplyDelete